Teori Belajar Kognitif

Teori belajar kognitif lebih memetingkan proses belajar dari pada hasil belajarnya. Yang berbeda dari teori belajar kognitif ini adalah bahwa belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon.
Kelebihan teori Kognitif :
• Dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah (problem solving)‏
• Dapat meningkatkan motivasi
Kekurangan teori kognitif :
• Untuk teori belajar kognitif ini keberhasilan sebuah pembelajaran tidak dapat diukur hanya dengan satu orang siswa saja , maksudnya kemampuan siswa harus diperhatikan. Apabila kita menekankan pada keaktifan siswa, dan tidak dapat dipungkiri ada saja siswa yang tidak aktif dalam menanggapi suatu pelajaran, otomatis pembelajaran ini tidak akan berhasil secara menyeluruh .
• Guru juga dituntut untuk mengikuti keaktifan siswa, kionsekuensinya adalah guru harus rajin mempelajari hal-hal baru yang mungkin
• Konsekuansinya terhadap lingkungan adalah fasilitas-fasilitas dalam lingkungan juga harus mendukung, agar siswa semakin yakin dengan apa yang telah mereka pelajari .
Implikasi Perkembangan Kognitif:
1. Memperhatikan usia siswa akan membantu guru dalam menjelaskan sebuah bahan pelajaran dengan baik, misalnya anak usia pra sekolah dan awal sekolah lebih baik diajarkan dengan menggunakan contoh-contoh kongkret .
2. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu guru
mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak.
3. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik.
4. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing, agar anak bisa mencerna dan mencari hubungan antara apa yang dipelajari siswa dengan apa yang diketahuinya di lingkungan sekitarnya.
5. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.
6. Di dalam kelas hendaknya anak-anak diberi kesempatan untuk berdiskusi dan berunding dengan teman sekelasnya, karena perbedaan individual pada diri siswa perlu diperhatikan.
Pengaplikasian teori kognitif dalam belajar bergantung pada akomodasi. Kepada siswa harus diberikan suatu area yang belum diketahui agar ia dapat belajar, karena ia tidak dapat belajar dari apa yang telah diketahui saja.dengan adanya area baru, siswa akan mengadakan usaha untuk dapat mengakomodasikan.
Dalam teori belajar kognitif perkembangannya melalui tiga tahap :
1. Enaktif
Dalam tahap ini peserta didik memahami lingkungan sekitar melalui pengetahuan motorik
2. Ikonik
Dalam tahap ini peserta didik memahami lingkungan sekitar melalui visualisasi verbal/gambar-gambar
3. Simbolik
Dalam tahap ini peserta didik memahami lingkungan sekitar melalui simbol-simbol ,bahasa, logika

Contoh Pembelajaran Teori Kognitif :
Teori pembelajaran kognitif merupakan pembelajaran yang menitikberatkan pada pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki peserta didik (individu). Mahasiswsa Salah satu mata kuliah yang menggunakan teori ini adalah Kalkulus.
Pada saat dosen menjelaskan sub materi deferensial (turunan) I. Contoh pembelajaran adalah sebagai berikut:
Dosen hanya menjelaskan gambaran umum dari materi deferensial yang berupa kumpulan rumus-rumus dasar perhitungan yang kemudian memberikan contoh-contoh soal deferensial untuk diselesaikan dalam kurun waktu tertentu oleh masing-masing mahasiswa.
Dengan batasan waktu yang diberikan mahasiswa diberikan tanggungjawab dan keleluasan untuk menyelesaikan soal dengan berdasarkan pada konsep yang telah diberikan. Selama kurun waktu tersebut, dosen berkeliling untuk memperhatikan yang dikerjakan mahasiswa.
Setelah waktu yang ditentukan habis, dosen mulai menunjuk beberapa mahasiswa untuk mengerjakan soal di depan kelas. Dari proses tersebut dosen dapat menganalisis sejauh mana kemampuan dari mahasiswa yang dididiknya.
Koreksipun akan dilakukan apabila ada hasil kerja yang tidak sesuai setelah mahasiswa selesai mengerjakannya dan menjelaskan letak langkah kekurangan dari hasil kerja mahasiswa. Jika memang setelah itu tidak ada pertanyaan, maka dosen menganggap materi sudah bisa diterima dan kembali memberikan contoh soal untuk dikerjakan di rumah dan dikumpul pada hari tertentu.

II. Konsekuensi Pembelajaran Contoh Diatas dari Sisi Guru, Siswa, dan Lingkungan Belajar
Contoh pembelajaran kalkulus tersebut dikatkan sebagai contoh dari pembelajaran kognitif karena



0 komentar:

Poskan Komentar